Bicara soal transportasi
04 January 2007, JakartaBicara soal kecelakaan transportasi beberapa hari belakangan ini (tenggelamnya KM Senopati Nusantara dan hilangnya - hingga saat ini - pesawat AdamAir) bikin saya merinding. Bayangin aja, saya yang nggak bisa berenang tapi terpaksa harus menggunakan kapal penyeberangan pasti mengharapkan pelayanan terbaik dari transportasi yang saya gunakan. Begitu juga dengan penerbangan, penumpang seperti saya tidak mengerti masalah teknis pesawat dan perawatan yang dilakukan. Saya cuma bisa naik, duduk dan berdoa semoga penerbangan lancar dan bisa mendarat dengan selamat.
Sepertinya nggak pantes saya menulis ngalor-ngidul tentang kondisi kapal penyebarangan atau penerbangan dan bagaimana seharusnya supaya tidak terjadi lagi kecelakaan di laut dan udara. Saya baru 6 kali naik kapal penyeberangan Merak-Bakaheuni dan 2 kali naik pesawat (itu juga dibayarin), jadi saya nggak terlalu paham soal 2 transportasi itu.
Beda kalau bicara metromini, transportasi andalan sejak saya SMP sampai kerja hingga (berhenti naik metromini pas saya mulai kredit motor) 2 tahun lalu. Dengan pengalaman lebih dari 10 tahun, saya hampir tahu persis bagaimana kelebihan dan kekurangan alat transportasi ini.
- Kalau mau cepat dan agak nyaman, pilih yang body-nya agak kotak. Biasanya mesinnya baru dan kadang joknya pake busa (kalo beruntung ada tambahan musiknya).
- Jangan pilih (kayanya nggak bisa milih ya?) yang body-nya reot dan asep knalpotnya tebel. Ini kombinasi antara keong dan kompor, bisa-bisa malah stress sendiri di dalem metromini. Mau turun ganti metromini males, sayang kalau mesti bayar 2 kali, tapi kalo nggak turun sebel banget ngeliat 3 metromini udah nyalip kompor yang kita naikin.
- Jangan duduk di samping pak supir yang sedang bekerja, kalau nggak mau kepanasan dan ke-asep-an karena asep dan hawa dari mesin yang ada di bawahnya sering naik karena body yang udah pada keropos.
- Biasakan membayar dengan uang pas, jangan sampai kembalian belum dibalikin tapi supir dan keneknya udah ganti. Males aja ngeributinnya.
- Metromini akan lebih cepat sampai kalau berada di tengah kompetisi dengan metromini lainnya. Jika sampai di tempat tujuan berarti anda selamat, jika tidak anda akan ……. (isi sendiri. pilihannya: (a.) menyaksikan supir 2 metromini yang pada berantem (b.) pindah metromini karena supirnya masih berantem (c.) sampai di atas trotoar atau nyemplung ke kali.
- Kalau musim hujan begini, biasain aja ngeliat wiper yang cuma berfungsi satu (harus bersyukur kalo naik yang kaya gini), ngeliat kenek beli shampoo dan nyampo-in kaca di depan sopir karena wipernya nggak berfungsi (mulai berdoa dalam hati supaya nggak terjadi apa-apa di jalan) atau ngeliat sopir narikin karet yang diiketin ke wiper supaya wiper-nya bisa gerak (……….).
- Jangan pilih yang sopirnya mabok.
Kalau peraturan sih mungkin udah lengkap kali ya. Mungkin yang kurang itu pelaksanaannya di lapangan. Kalau ada penertiban terhadap kelayakan metromini sebagai angkutan umum di daerah saya, mungkin metromini yang jalan gak sampe 5.
Mengerikan, membayangkan jika saya ada adalah bagian dari penumpang kapal yang tenggelam ataupun berada dalam penerbangan yang sampai sekarang masih hilang itu. Transportasi yang seharusnya nyaman dan aman, berubah menjadi sesuatu yang menyedihkan dan meninggalkan trauma yang mendalam. Semoga ke depannya, operator transportasi tidak lagi disibukkan dengan pencarian korban kecelakaan-kecelakaan berikutnya tapi sibuk melakukan pengawasan terhadap tanggung jawab yang harus diberikan kepada penggunanya.
Mudah-mudahan transportasi yang murah, tidak berarti kurang nyaman dan kurang aman.
16 people were on discussion.
Everyone have their own opinion about anything. Join the discussion, add yours.
Leave a Reply
- Field marked with * are required.
- A valid email address must be provided. It will not be published and displayed.
- Content seemed inappropriate maybe edited and/or deleted.
- You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong> - Don't forget to close your tag.
- You may re-read the post before adding your comment.

1. deon, 4 January 2007 at 01:58
Back to topic.. bwahahaha lucu banget den.. gw jadi inget masa2 smp gw!! gw suka point 1, 3, dan 5 kurang satu point tuh den… metro mini paling males namanya naekin penumpang anak sekolahan coz bayarnya paling kecil.. suka ribut ama anak sekolahan laen.. en kalo lagi apes itu kaca metro mini abis semua coz di timpukin ama anak2 sekolahan lain.. (ehem.. ehem pengalaman pribadi)
iya nih gimana ya nasib transportasi di negara kita.. makin amburadul aja.. Turut berduka cita juga atas korban KM senopati nusantara dan pesawat adam air..
2. Ajie, 4 January 2007 at 09:09
3. zam, 4 January 2007 at 10:43
tak kusangka kang Deny bisa ndagel jugak…
wehehe.. sejak kecil saya jarang naik angkutan umum. Maklum, kendaraan pribadi (TK -> antar jemput, SD -> sepeda, SMP -> sepeda dan harus jalan kaki ketika kehilangan sepeda, SMA -> sepeda motor, walau kadang ngebis jugak, kuliah -> motor)
hehehe
4. fernandogempar, 4 January 2007 at 10:55
5. yuli, 4 January 2007 at 12:06
btw, klo naik metromini kan ga bisa pilih2 mas hehe.. klo pas lewat ya langsung naik, kecuali klo sudah penuh sesak baru deh milih utk nunggu metromini selanjutnya :D
-penumpang metromini 47(Senen-Pd.Kopi)-
6. Po, 4 January 2007 at 07:17
Sekarang, naik 213, masih sama juga.
Bener banget, kita akan cepet sampai tujuan kalo ada ‘kompetitor’ plus bonus sumpah serapah dari supir dan kenek.
Btw, tentang AdamAir. Navigasi-nya bener gag yaah? Jadi inget waktu dia nyasar di NTB gara2 alat navigasi yang tidak berfungsi dengan baik.
7. deny.sri.supriyono, 4 January 2007 at 08:39
Ajie: walah, apalin aja jie motornya :D
zam: mesti bersyukur tuh, zam..jarang harus naik angkot :D
fernandogempar: :))
yuli: metromini 47 sih banyak yang lumayan kondisinya kayanya -mantan pengguna 47-
Po: nggak bisa komentar soal navigasinya, ditunggu aja kali ya pengumumannya :)
8. galih, 5 January 2007 at 07:04
-pengguna metro 640/604 (ps.minggu-tosari)-
9. anima, 5 January 2007 at 08:09
bukannya gimana, cuman disini kendaraan umum rutenya ga menjangkau banyak lokasi dan juga kalo malem susah dapetnya
:|
10. deon, 6 January 2007 at 01:52
btw… gw pengguna metro mini 69 (Ciledug - Blok M) *gak bangga.. coz gw pernah di jatohin waktu smp..Coz busnya sengaja di gas waktu gw mu naek.. dan walhasil gw pulang dengan kaki yang berdarah2.. ke seret di aspal.. :|
11. deon, 7 January 2007 at 05:19
12. Gour, 9 January 2007 at 02:48
Tambahan : paling males kalo naek Metromini yang asep kealpotnya sampe masuk kdalem gara2 kelebihan asep. trus sama naek metro yang jarak bangku satu sama bangku didepannya deket bannget, bisa dibilang kekurangan whitespace :p.
13. didats, 9 January 2007 at 04:51
tapi mataku ini minus, jadi agak sulit bacanya mas… :D
tentang metromini, aku paling suka di samping supir,
karena posisi itu posisi paling aman dari para pencopet, pemalak, dan pengamen maksa-maksa
14. deny.sri.supriyono, 9 January 2007 at 07:21
anima: selama 2-3 hari di bali, kok gue nggak nemu angkot sama sekali ya? sampe bingung, apa harus punya sarana transportasi sendiri kalau mau kemana-mana atau nyewa.
deon: gak bisa kayanya, itukan gak realtime :)
Gour: kalau bangku nggak rapet, kayanya bukan metromini deh :D
didats: wah, ada tamu spesial nih *gelar karpet merah. pilihan tempat duduk elo dan alesannya, sama persis dengan gue, dats :))
15. firman firdaus, 10 January 2007 at 03:43
16. Bayu, 15 February 2007 at 02:52
kalau bus besar kyk mayasari bakti, hati2 bis ini (terutama yang lwt cawang) banyak copetnya harus waspada tiap pergerakan orang.
kalau bis kyk ppd, paling enak naik bis yang eks impor cina /jepang, udah gede, kursi empuk, duduk nyaman. beda sama metromini yang kudu lipet kaki.
kalau naik angkot, harus hati2 juga… kadang ada org sok mabok, ternyata temennya copet. Awas juga sama kepala, suka terbentur pintu kalau mau keluar, serta siap-siap untuk adu dengkul.
salam transportasi umum.