Aa Gym dan Kontroversi Poligami
06 December 2006, Personal, Social LifeUdah lewat beberapa hari setelah pengumuman dari Aa Gym dan Teh Ninih, tapi tetap aja ramai dibicarakan dimana-mana. Mulai dari yang menyayangkan kenapa Aa Gym mengambil keputusan poligami, mendukung dan juga mencaci maki.
Terus terang, saya sekeluarga seneng kalo nonton ceramahnya Aa Gym di TV. Saya pribadi senang sekali dengan bahasan beliau dalam setiap ceramah yang diberikan. Nggak njlimet dan mudah dicerna oleh kemampuan otak saya yang terbatas ini.
Nah, poligami yang dilakukan Aa Gym mencuatkan sebuah perbedaan pandangan antara saya dan istri. Istri saya jelas sebel ketika tahu Aa Gym nikah lagi. “Lagian ngapain sih Aa Gym nikah lagi?”, kata istri saya.
Saya sendiri tidak mempermasalahkan poligami yang dilakukan oleh Aa Gym. Dalam pemahaman saya (yang ilmu agamanya masih perlu belajar banyak banget lagi), poligami silahkan saja asalkan istri memberikan izin. Untuk masalah keadilan bagi istri pertama dan kedua, dalam hal ini Teh Ninih dan Teh Rini, hanya mereka yang bisa memberikan jawaban apakah Aa Gym bersikap adil terhadap mereka atau tidak. Kalau kemudian terdengar bahwa Aa Gym berlaku tidak adil kepada salah satu istrinya, baru deh menurut saya kita bisa mempermasalahkan status poligami yang dilakukan oleh Aa Gym.
Meskipun saya penggemar Aa Gym, bukan berarti saya akan melakukan poligami di kemudian hari dan mengambil contoh kasus dari Aa Gym. Kalimat “Don’t you ever think about it!” dan sebuah ancaman akan di-”sosis”-kan sudah cukup menjadi pertanda bahwa istri saya tidak menyetujui poligami apalagi memberikan izin.
Untuk Teh Ninih, semoga diberikan kekuatan dan kesabaran. Semoga surga balasannya untuk Teh Ninih :)
Halooo?
15 people were on discussion.
Everyone have their own opinion about anything. Join the discussion, add yours.

1. Fernando, 6 December 2006 at 05:27
sosis???? bwakakakakakaka…. :p
2. anima, 7 December 2006 at 08:03
*lost*
3. Audi, 7 December 2006 at 11:37
4. dental, 7 December 2006 at 12:51
*basah kuyup*
5. firmansyah afandi, 7 December 2006 at 03:00
6. deny.sri.supriyono, 8 December 2006 at 01:11
7. tyas, 8 December 2006 at 03:50
Kalo kata salah satu orang yang ada disini bilang, “Bangsa yang aneh, kala ada banyak zina dibiarkan. Tapi waktu ada satu orang ber-poligami, langsung negara ini geger, pemerintahpun bertindak”
:D hehehehehe
Aneh memang, poligami is a private thing actually. Perlu dilakukankah, mengapa sampai dilakukankah, sang istri pertama bersediakah, si suami akan adilkah seperti pada syaratnya, bla…bla…bla
Pertanyaan2 yang hanya bisa dijawab oleh yang bersangkutan.
Sepertinya kita pernah bahas ini di YM den, dan sampai ada berita aa’ Gym yang berpoligami itu, pendapat gw tentang poligami tetep sama.
Kalo ada pernyataan seorang DENY .S mau berpoligami. Cuma satu pertanyaan gw “yakin luw mampu den?” :lol:
*kabuuurrrRRR*
8. deny.sri.supriyono, 8 December 2006 at 11:42
9. pupungbp, 9 December 2006 at 05:46
Mudah2an apa yang dilakukan Aa Gym ini dapat menjadi contoh, daripada selingkuh atau TTM (Teman Tapi M****).
10. vino, 9 December 2006 at 06:49
yowis to. semua punya pilihan dan kesiapan menanggung resiko.
dan siapapun dengarlah suara jiwa, bukan request orang.
11. qvo, 11 December 2006 at 09:52
12. aa gatotkaca, 11 December 2006 at 02:22
lha poligami tidak TIDAK dilarang Allah TAPI juga TIDAK diWAJIBKAN .. dul.. ngawur aza jika poligami itu WAJIB.. Poligami HANYA menjadi JALAN DARURAT or emergency exit SAJA.. karena emergency exit maka ALLAH SWT mempersiapkan syarat-syaratnya.. supaya TIDAK menjadi EXIT DOOR biasa. GITU lho.. sebagai orang ISLAM kita harus meyakini adanya EMERGENCY EXIT itu, karena itu kabar dari Sang Maha Pencipta Allah SWT. Namun dengan dilengkapi syarat2 tsb, maka orang tentu tidak diPERKENANKAN untuk dikit2 lari lewat emergency exit tsb. Kagak ada ape2nya, kagak ada bom atau gempa … kok tiba2 SEMUA pada LARI LEWAT emergency exit.. katanye itu lebih cepat keluar..nah lho.. manusia lagi yang sering melewati batas.. kan..
13. dita, 14 December 2006 at 10:56
poligami tuh emang dibolehkan. tapi tidak dianjurkan.
bagaimanapun juga, meskipun istri mengijinkan poligami dan bilang ikhlas, belum tentu hatinya ikhlas, belum tentu tidak sakit hati, belum tentu tidak terjadi kekerasan terhadap batin perempuan oleh sang suami (tanpa disadari).
dalam berpoligami emang ada syarat-syarat yang harus dipenuhi, antara lain bila istri memiliki cacat sehingga tidak mampu memberikan keturunan, tidak mampu melayani suami, dll, dll…
hal ini dimaksudkan untuk memberikan perlindungan bagi wanita dari laki2 yang mendewakan nafsu syahwat.
mudah2n adanya poligami tokoh kesayangan kita tidak menimbulkan banyak laki2 yang asal mengikutinya dengan alasan nafsu semata.
kan bahaya tuh, bisa disosis ramai ramai…
ckaaaakakakakakakakak…
;p
14. yantie, 14 December 2006 at 05:55
gw bisa bilang gto karena ge lihat sendiri dalam kehidupan kerabat gw yang menganut poligami. istri pertama biasanya yang selalu menjadi korban, dan yang akan mendapat dampak atau korban selanjutnya adalah anak…..
dan gw “TIDAK SETUJU DENGAN POLIGAMI”.
15. deny.sri.supriyono, 15 December 2006 at 02:26
Apalagi kemudian malah bisa menyesatkan orang yang sedang dalam pencarian mengenai Islam setelah membaca blog ini.
Bisa dituntut nanti saya di akhirat :)
Pemahaman saya mengenai poligami dalam Islam,
berdasarkan ilmu yang saya miliki saat ini.
Sebuah tanya jawab mengenai poligami dengan orang yang lebih menguasai ilmu Islam di situs Eramuslim dengan judul “Poligami dalam Pandangan Syariah“,
mungkin bisa dijadikan rujukan untuk anda, mungkin juga tidak :)